31 Maret 2021   12:04 WIB

BERDAYAKAN PEREMPUAN KELOMPOK RENTAN DENGAN BERAGAM PELATIHAN

BERDAYAKAN PEREMPUAN KELOMPOK RENTAN DENGAN BERAGAM PELATIHAN

BERDAYAKAN PEREMPUAN KELOMPOK RENTAN DENGAN BERAGAM PELATIHAN

Blora - Dinas Perempuan dan Anak Provinsi Jawa Tengah menggelar berbagai pelatihan untuk memberdayakan perempuan kelompok rentan melalui Peningkatan Produktivitas Ekonomi Perempuan (PPEP). Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 29-30 Maret 2021, bertempat di Taman Maryati Desa Talokwohmojo Kecamatan Ngawen.

Hadir sebagai narasumber, Nur Idha Ariyanti, S.K.M. (Kepala Seksi Pengendalian Penduduk DP3AP2AKB Provinsi Jawa Tengah), Proyogo Nugroho, S.E. (DPRD Provinsi Jawa Tengah) dan Ir. Sulistyorini, M.M. (DPRD Provinsi Jawa Tengah).

Kegiatan tersebut diikuti 25 kaum perempuan rentan dengan kriteria perempuan kepala keluarga, disabilitas, miskin produktif, purna pekerja migran, korban kekerasan dan ODHA.

Pelatihan PPEP di Desa Talokwohmojo kali ini adalah pelatihan pemasaran online dengan fasilitator Gapura Digital dan budidaya ikan tawar dengan fasilitator INDO-ASIA. Para narasumber dari  Perwakilan DPRD Provinsi Jateng dan Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Blora, Dra. Indah Purwaningsih, M.Si. memberikan motivasi berwirausaha kepada para peserta. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan semangat dan pengetahuan dalam memulai wirausaha.

Melalui pelatihan ini diharapkan seluruh peserta khususnya perempuan kategori rentan di Desa Talokwohmojo mendapatkan pengalaman serta dapat mengimplementasikannya di kehidupan sehari-hari. Terlebih lagi dapat memanfaatkannya sebagai peluang usaha untuk membantu perekonomian di lingkungan masyarakat. Ke depan kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan perempuan sehingga angka Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) meningkat.

Untuk diketahui, PPEP merupakan upaya guna mewujudkan pemenuhan Hak Ekonomi Perempuan. Dalam kondisi perekonomian nasional yang belum kondusif, peran perempuan menjadi sangat penting dalam mendukung ekonomi keluarga. PPEP dimaksudkan untuk mendapatkan akses dan peluang pasar agar mampu bersaing dengan usaha-usaha lainnya.

Pemenuhan hak ekonomi perempuan semakin dirasakan sebagai salah satu kebutuhan dasar yang mampu mengantarkan kaum perempuan pada suatu tatanan perjuangan untuk mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender. Dalam posisi kesejahteraan ekonomi yang layak, maka posisi tawar perempuan dalam keluargapun semakin meningkat. (Tim Liputan Dinsos PPPA)


Info